Kumpulan foto kegiatan dan potensi desa yang telah terdokumentasi.
KESENIAN DAERAH DESA KEDUNGWINANGUN
Desa Kedungwinangun bukan hanya memiliki keindahan alam dan kehidupan masyarakat yang penuh kebersamaan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas desa. Salah satu warisan budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat adalah kesenian Kuda Lumping. Dengan gerakan yang dinamis, Kuda Lumping di Desa Kedungwinangun ada 2 kelompok kesenian yaitu Purbolaras dan Tri tunggal, iringan musik tradisional yang khas, serta semangat para penarinya, Kuda Lumping menjadi kesenian yang mampu menghibur sekaligus mempererat kebersamaan warga. Kesenian ini menjadi salah satu bentuk kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Selain Kuda Lumping, masyarakat Desa Kedungwinangun juga memiliki kesenian Jam Janeng,Kelompok Jam Janeng di Desa Kedungwinangun ada 2 yaitu ; Jam janeng Al - Hidayah dan Jam Janeng Sambelliler. Dengan lantunan tembang dan iringan musik tradisional, Janeng menghadirkan suasana yang khas dan sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral, kebersamaan, dan nilai-nilai budaya kepada masyarakat. Kekayaan seni Desa Kedungwinangun semakin lengkap dengan hadirnya Tari Cepetan, sebuah kesenian tradisional yang memiliki karakter kuat dan penuh semangat. Gerakan tari yang khas, kostum yang menarik, serta ekspresi para penarinya menjadikan Tari Cepetan sebagai salah satu kesenian yang mencerminkan keberanian, kreativitas, dan karakter budaya masyarakat setempat. Ketiga kesenian tersebut—Kuda Lumping, Janeng, dan Tari Cepetan—merupakan bagian dari kekayaan budaya Desa Kedungwinangun yang patut dijaga dan dilestarikan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, keberadaan kesenian tradisional menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus membuat kita melupakan akar budaya. Melalui generasi muda, melalui kegiatan masyarakat, dan melalui berbagai pertunjukan seni, warisan budaya ini terus dihidupkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kuda Lumping, Janeng, dan Tari Cepetan bukan sekadar kesenian. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan warisan budaya Desa Kedungwinangun. Mari bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kesenian daerah agar tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Desa Kedungwinangun — lestari budayanya, kuat kebersamaannya, dan bangga akan warisan leluhurnya.
galeri
Test Gallery
testis
galeri
Panen Raya Bersama KKN-BN UPN "Veteran" Yogyakarta
Mahasiswa KKN dari UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan kegiatan panen bersama warga pada Senin, 13 Juli 2026.
pertanian